
Nama Budiono sebagai cawapres dari partai Demokrat dinilai tidak banyak berpengaruh terhadap pencitraan Susilo Bambang Yudhoyono. Selama ini penilaian publik terhadap Susilo Bambang Yudhoyono masih baik dari sisi pencitraan maupun dukungan.
Hasil Survey Lembaga Survey Indonesia terhadap suara responden yang dihimpun dari 33 provinsi menunjukkan tetap mendukung Susilo Bambang Yudhoyono meski dipasangkan dengan Budiono. "Wakil presiden tidakmembantu menaikan atau menurunkan pilihan pada sby," ujar Direktur Lembaga Survey Indonesia Saiful Mujandi di kantornya Jalam Lembang Terusan Kamis (14/5) siang.
Sebutan paham ekonomi neoliberalisme yang disandang Budiono, tidak membawa pengaruh besar terhadap opini pulik. Sebab menurut Mujani, resistensi yang muncul dari nara sumber puling, adalah jika tokoh yang muncul adalah dari kalangan partai atau elit tokoh.
"Bahkan Boediono sebagai calon wapres sby memperkuat sby diklanagan kelas menengah yang potensial mempengaruhi masa pemilih umum," kata Mujani.
Menurut Saiful Mujani, publik yang berada di garis menengah keatas masih memberikan respon positif kepada Susilo Bambang Yuhoyono. Bahkan nilai yang sama masih tetap di dapat pada saat dilakukan survey ke dua kali, sepanjang 19 April hingga 3 Mei 2009.
Survey LSI juga menguntungkan Budiono dengan menyebut Gubernur Bank Indonesia dinilai cukup mampu bekrja sama dengan berbagai politisi dari partai karena kompeten, punya integritas, luwes dan santun. Pada akhirnya ia akan dihormati dan mendapatkan dukungan dari partai partai dari PAN, PPP, dan PKS.
Sementara nama Prabowo, Megawati, Jusuf Kalla dan Wiranto, berdasarkan hasil survey masih berada jauh dari dukungan opini publik kepada Susilo Bambang Yudhoyono. "Bahkan jika diantara tiga pasang nanti, suara publik tetap ke SBY,' ujarnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar