SOPPENG, ML--Pada priode 2009-2014 di Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Soppeng, Fraksi Golongan Karya (Golkar) merupakan fraksi terbesar dari empat fraksi yang resmi terbentuk di periode ini.
Dengan masuknya tiga partai lain peraih kursi di lembaga legislatif ini secara resmi menyatakan ikut bergabung dalam fraksi Golkar ini, yakno Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang meraih dua kursi, partai Hanura dan partai Barnas masing-masing satu kursi, maka fraksi Golkar DPRD Soppeng kini beranggotakan 12 orang. Partai Golkar sendiri pada, pemilihan lesgislatif, April lalu berhasil meloloskan delapan kader terbaiknya di lembaga DPRD Soppeng dengan meraih 30.226 suara.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Soppeng Syahruddin M Adam, menyatakan Sesuai yang digariskan Susduk, cukup punya tiga kursi, maka partai sudah berhak membentuk satu fraksi utuh. Partai Golkar berhak membentuk satu fraksi dengan memiliki delapan kursi di dewan. Sementara itu, lanjut Syahruddin, pembentukan Fraksi Golkar ini didasari atas kesepakatan bersama antara empat pimpinan partai yang selanjutnya menggabungkan diri dalam satu fraksi yang diberi nama Fraksi Golkar. "Ketiga partai tersebut bergabung, karena disamping memiliki visi-misi yang sama untuk memerjuangkan kesejahteraan masyarakat, juga memiliki hubungan emosional dengan Partai Golkar," jelas Syahruddin.
Dia menambahkan, hasil kesepakatan bergabungnya ketiga partai tersebut dalam Fraksi Golkar telah disampaikan ke pimpinan sementara DPRD Soppeng untuk ditindaklanjuti, namun penetapannya secara resmi setelah pelantikan unsur pimpinan defenitif DPRD yang telah diusulkan ke Gubernur Sulsel melalui Bupati Soppeng. Begitu juga posisi ketua fraksi, wakil ketua fraksi dan sekretaris fraksi akan ditentukan kemudian setelah pelantikan pimpinan DPRD defenitif. Ketua Sementara DPRD Soppeng, Andi Kaswadi Razak, Kamis 29 Oktober lalu, mengungkapkan, pelantikan unsur pimpinan DPRD Soppeng kini tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulsel. "Penetapan unsur pimpinan tinggal menunggu SK Gubernur Sulsel. Itu setelah diusulkan melalui Bupati Soppeng," ungkapnya.
Panitia musyawarah, lanjut Kaswadi Razak, juga telah merampungkan tugasnya, membuat tata tertib dewan, namun tatib tersebut tentunya belum dapat dilaksanakan sebelum ditandatangani pimpinan dewan. Selanjutnya ketiga pimpinan DPRD yang telah ditetapkan dalam paripurna yang telash diusulkan ke Gubernur Sulsel melalaui Bupati Soppeng, masing-masing HA Kaswadi Razak (Golkar) sebagai ketua dan dua wakil ketua, masing-masing Andi Mapparemma (PDIP) dan Andi Kuneng (PAN). (*)
Rabu, 04 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar