Minggu, 15 November 2009

Rekaman Polri Tunjukkan Testimoni Inisiatif Antasari


JAKARTA, latemmalala.blogspot.com — Kepolisian menayangkan potongan rekaman yang menunjukkan proses pembuatan testimoni hingga penyitaan laptop Antasari Azhar adalah inisiatif Antasari sendiri. Hal itu membantah bahwa Polri telah melakukan tekanan ataupun rekayasa terkait testimoni Antasari.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (11/11), Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna menjelaskan, pada 16 Mei 2009 Antasari membuat testimoni, tetapi baru menyerahkan pada 16 Juni 2009. Atas permintaan Antasari, pada tanggal 11 Juni 2009 penyidik mendatangi kantor KPK bersama pengacara. Saat itu ternyata ditemukan file berisi rekaman pembicaraan Antasari dengan Anggoro Widjojo.

Kepolisian memperlihatkan beberapa rekaman adegan para penyidik Polda Metro Jaya selama berada di kantor KPK. Adegan pertama, saat penyidik diterima oleh pimpinan KPK. Tampak pimpinan KPK yang menerima yaitu Chandra M Hamzah dan M Jasin. Dalam adegan itu, penyidik menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang ke KPK.

Adegan lain, pimpinan KPK memberikan izin kepada penyidik untuk membawa Antasari ke ruang pimpinan KPK. Selain itu, ditampilkan adegan Antasari menentukan siapa yang boleh masuk ke ruangannya sambil menjelaskan statusnya kepada para pimpinan KPK.

Terdapat juga adegan saat terjadi perdebatan antara para pimpinan KPK dan Antasari tentang isi laptop. Adegan terakhir, saat Antasari sedang mencari file di dalam laptop. Tampak lima orang ikut mendampingi.

Selain itu, Polri juga menampilkan rekaman saat Antasari membuat laporan di Polda Metro Jaya pada 6 Juli 2009. Ikut ditampilkan lembar Laporan Polisi (LP) Antasari terkait dugaan suap yang diterima pimpinan KPK. Polri juga menyebut bahwa kalimat terakhir dalam testimoni mengenai suap tersebut ditulis tangan oleh Antasari sendiri.
Putar Rekaman Penyidikan, Polri Tuding Antasari Kriminalisasi KPK
Kepolisian menunjukkan adanya keinginan mantan Ketua KPK Antasari Azhar untuk mengkriminalisasikan KPK. Keinginan tersebut diungkap Polri lewat potongan rekaman saat pemeriksaan Antasari oleh penyidik di Polda Metro Jaya.

"Ini lihat baik-baik siapa yang sebenarnya ingin mengecilkan, mengkriminalisasikan KPK," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna saat jumpa pers di Mabes Polri, Rabu (11/11). Hal itu dikatakan Nanan sebelum menayangkan potongan rekaman.

Suara Antasari Azhar sendiri tak terlalu jelas terdengar dan gambar yang ditampilkan patah-patah. Namun, dalam rekaman tersebut ditampilkan teks (subtitle) apa yang dikatakannya. Berikut pernyataan Antasari Azhar yang tampil dalam teks rekaman:

"Dan saya pribadi terus terang saja. Cepat atau lambat saya keluar. Selesai maksudnya. Mungkin orang yang pertama yang akan mengatakan tidak diperlukan KPK. Saya akan bicara itu."

Dalam rekaman tersebut tampak Antasari mengenakan baju tahanan berwarna oranye dan celana pendek. Di akhir pernyataan Antasari, rekaman tersebut digabungkan atau dilakukan pengeditan dengan adegan saat Antasari tertawa. Namun, dalam rekaman asli yang juga ditayangkan, seusai mengatakan pernyataan itu Antasari tidak tertawa. Nanan tidak bersedia menjelaskan dalam konteks apa Antasari berbicara hal itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar